Dalam penelitian yang dilakukan Dr Cameli dan tim lainnya dari Universitas Siena, Italia yaitu dengan menggunakan teknik Avant Garde dalam Echocardiolography dan Echo Doppler. Adalah sebuah teknik analisis yang digunakan untuk mengeksplorasi pengaruh energy drink (Minuman berenergi) pada jantung.
Tes yang dilakukan terhadap 35 orang sukarelawan yang diberi energy Drink dengan kandungan kafein dan taurin, akhirnya peneliti menemukan kesimpulan bahwa fungsi ventrikel para relawan lebih baik dan meningkat. Ventrikel adalah ruang jantung yang bertanggung jawab untuk memompa darah ke seluruh badan. Ketika detak jantung, tekanan darah, fungsi ventrikel kiri dan fungsi ventrikel kanan dianalisis satu jam setelah para peserta mengonsumsi jenis energi drink tersebut, kondisinya relatif meningkat lebih baik di banding sebelumnya.
Meskipun denyut jantung meningkat, tetapi tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik tidak berubah signifikan, fungsi ventrikel kiri meningkat dibandingkan dengan normalnya. Dr. Cameli mengungkapkan, fungsi ventrikel kanan juga meningkat satu jam setelah mengkonsumsi minuman energi. Menurut Dr. Cameli, secara keseluruhan hasil ini menunjukkan bahwa energi drink meningkatkan kontraksi dari ventrikel baik kiri dan kanan, sehingga memberikan efek positif pada fungsi jantung.
Walaupun demikian energy drink jika di konsumsi terlalu sering akan berakibat kurang baik, jadi senantiasa anda harus mengaturnya supaya tidak berlebihan. (mediaindonesia.com/Zeenews)

